Banyak orang mengaku diri sebagai pengikut Kristus padahal BUKAN. Tuhan Yesus sendiri berkata bahwa tidak semua orang yang memanggil-Nya “Tuhan, Tuhan!” adalah pengikut-Nya. Jadi siapakah pengikut Kristus yang sejati itu?

Di sisi lain, banyak gereja Tuhan dan para pengikut Kristus yang terbawa arus dan terhilang dalam religiusitas semu dan ritual kosong. Ketika esensi iman dikompromikan, kerohanian menjadi mandeg, hambar dan kehilangan vitalitasnya. Apa sebenarnya esensi pertumbuhan rohani menurut Alkitab?

Dalam bedah buku ini Anda akan menemukan apa arti mengikut Kristus dan bertumbuh di dalam Kristus. Hidup dan pandangan Anda akan diubahkan menjadi orang Kristen yang beriman dinamis, yang terus bertumbuh menyerupai kristus.

Ikuti seminar bedah buku “Radical Disciples” karangan John Stott

“CHRISTLIKENESS”

Pembicara: ev. Yuzo Adhinarta, Ph D
Sabtu, 27 Oktober 2012
Pk. 17.00-19.30
R. Serba Guna
GKY Sunter

Biaya: Rp. 30.000 (untuk 1 pcs buku Radical Disciples + konsumsi)
Pendaftaran dibuka di stand setelah kebaktian.

BUKU TERAKHIR DAN PERPISAHAN DARI SEORANG RAKSASA IMAN DI ABAD KE-20!
 
THE RADICAL DISCIPLE (MURID YANG RADIKAL)
Beberapa Aspek yang Sering Diabaikan Orang Kristen
 
Deskripsi Isi Buku
 Apa artinya mengikut Yesus?
 Melalui buku Murid yang Radikal, John Stott menyampaikan pesan perpisahan di akhir pelayanannya ke gereja-gereja di seluruh dunia yang pernah mengenal teladannya di abad ke dua puluh ini. Dia membukakan bagi kita, sampai ke akar-akarnya, apa artinya mengikut Yesus, melalui eksplorasi delapan aspek penting yang sering diabaikan oleh orang-orang Kristen.
Dalam bukunya yang terakhir ini, Stott menyampaikan apa yang telah ia tampilkan dan jalani sepanjang hidupnya: bahwa mengikut Yesus berarti membiarkan Dia mengarahkan agenda hidup kita. Kita tidak boleh menetapkan batasan-batasan ke-Tuhanan-Nya atau menghindarkan diri dari harga yang harus dibayar karena komitmen kita. Dia memanggil. Kita mengikut-Nya.
Pesan utama dari Murid yang Radikal, layaknya kesaksian dari kehidupan dan pelayanan John Stott, adalah pesan yang sederhana, klasik, dan personal namun radikal: Yesus adalah Tuhan.
 
Pujian & Tinjauan
Dan komunikasi yang sederhana itu termanifestasi secara jelas dan efektif dalam ide tentang hidup yang radikal dan sederhana. Saya belum pernah membaca sebuah tulisan pendek yang lebih baik atau begitu menuntut perhatian tentang hidup dibanding buku ini. Inilah buku yang akan selalu saya simak, berulang-ulang, untuk mendapatkan pertolongan.
Brian Draper adalah dosen dan penulis dari Spiritual Intelligence.
 
Siapa yang lebih baik dibanding John Stott, dengan komitmen seumur hidupnya untuk hidup sebagai pengikut Yesus, yang menjelaskan panggilan kekal untuk memperhatikan pengajaran Yesus secara serius? Dengan putus asa dunia sangat mengharapkan bahwa ada cara lain untuk hidup, namun terlalu sering orang-orang Kristen justru berupaya untuk menyepadankan dirinya dengan pola-pola masyarakat dibandingkan mendemonstrasikan kekhususan yang Yesus tuntut dari kita.
John Grayston, Direktur Teologi, Scripture Union
 
Lebih jauh lagi, buku ini memberi kita pandangan sekilas yang amat jarang dan personal dari pemuridan yang penuh pengorbanan yang telah menandai hidupnya dengan amat dalam—itu adalah salah satu alasan lain bagi kita untuk belajar dari seorang pemimpin langka nan sejati ini.
Peter Harris, pendiri dari A Rocha
 
Sebuah buku perpisahan dari seorang raksasa pada generasi kita…. Secara khusus betapa menggetarkan dan mendalam pembahasannya dalam dua bab terakhir tentang kebergantungan dan kematian. Jangan melewatkannya.
Amy Boucher Pye, editor dan kolumnis
 
Ini merupakan sebuah seruan langsung yang sangat indah untuk membangun kembali kehidupan pertobatan yang sejati di tengah-tengah sub-kultur Kristen kontemporer yang dicemari oleh keegoisan zaman…. Kita telah mengabaikan tantangan dari karya yang radikal dan mengubah itu. Inilah buku yang menginspirasi kita untuk memiliki pertobatan yang sejati.
Dominic Smart, pelayan, Gilcomston South Church of Scotland, Aberdeen
 
Saya tidak dapat membayangkan guru sebaik John Stott yang sanggup membahas tema ini, yang mana komitmen pribadi seumur hidupnya kepada kemuridan yang radikal terpancar dalam setiap halaman dari buku ini.
David Stone, Team Rector of Newbury
Keistimewaan dan Keuntungan
  • Buku terakhir dari seorang pemimpin gereja dan pekabar Injil terkemuka pada abad ke-20
  • Disajikan dengan cara sederhana, gaya penyajian yang jelas, menampilkan sebuah gambaran mendasar, dan mendalam tentang makna apa artinya mengikut Yesus
  • Menawarkan hikmat yang telah diperolehnya melalui komitmen menjalani kehidupan Kristiani yang konsisten
  • Dengan mengharukan menyingkapkan refleksi-refleksi pribadi terhadap masa-masa akhir dari hidup dan pelayanannya
  • Memuat pesan dari khotbah publik terakhirnya