[Artikel] Pintu Pengharapan !!!

“Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah. Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.”
(Roma 5:2b-5)

Pengharapan adalah salah satu hal penting dalam kehidupan kekristenan. Karena tanpa pengharapan, kita tidak bisa bertahan atau cenderung memilih untuk menyerah ketika masalah-masalah yang kita hadapi semakin berat, dan kelihatannya tak ada lagi jalan keluar. Pengharapan akan menjadi seperti sebuah ‘cahaya’ yang akan membawa kita keluar dari lembah kekelaman.

Bagaimana kita bisa mempertahankan pengharapan, jika keadaan disekeliling kita sama sekali ada diluar kemampuan kita? Semua hal yang terjadi sangat mengecewakan dan terasa sia-sia. Mungkin pertanyaan ini yang seringkali muncul dalam pikiran kita selama ini?. Pertanyaan yang sangat manusiawi dan tepat untuk diajukan.
Karena itu mari kita bahas semuanya, untuk setidaknya bisa memberikan sedikit alasan, mengapa kita harus memilih untuk memiliki harapan dari pada berhenti dan menyerah pada keadaan tersulit kita?.

Satu hal yang sudah sepatutnya kita syukuri, adalah untuk mempertahankan pengharapan itu sendiri, kita hanya perlu menjaga iman kita untuk tetap mempercayai-Nya dalam hidup kita. Dan iman itu adalah karunia dari ALLAH.

Dengan iman, Dia memampukan kita untuk mepercayai-Nya meskipun keadaan sangat sukar untuk membuat kita tenang dan percaya. Dengan iman Dia menguatkan, menjaga, dan menopang kita dimasa-masa terberat kita, meskipun badai hidup terus menerus datang dan menghancurkan semuanya.

Dan ketika kita bisa memperkokoh kekuatan karunia iman yang telah ALLAH berikan dalam kehidupan kita, maka pengharapan bukanlah suatu hal yang sulit untuk bisa kita pegang dalam menghadapi setiap kesukaran hidup yang sedang kita hadapi.

Didalam 2 Korintus 4:8-9, Rasul Paulus berkata : “ Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa, kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa”. Inilah salah satu contoh pengharapan penuh pada penyertaan Tuhan dalam setiap keadaan tersulit kita.

Rasul Paulus mengungkapkan dengan sangat jelas betapa sulitnya keadaan yang dia hadapi dalam hidupnya. Tapi karena pengharapan yang dia miliki didalam Yesus, maka dia pun dimampukan untuk bertahan.

Habis akal berarti : bimbang, dan tidak tahu apa yang harus dilakukan?

Sedangkan Tidak putus asa berarti : meskipun merasa bingung dan bimbang ( habis akal ), bukan berarti tidak memiliki kekuatan, atau melepaskan semua pengharapan.

Seringkali kita kehabisan akal dalam menghadapi keadaan hidup yang sepertinya sulit untuk kita terima. Tetapi jangan pernah melepaskan pengharapan kita didalam Dia, sebaliknya biarkan hati kita digenggam erat oleh pengharapan penuh pada-Nya.

Didalam Hosea 2:14a Tuhan berfirman :“Aku akan memberikan kepadanya kebun anggurnya dari sana, dan membuat lembah Akhor menjadi pintu pengharapan”.

Akhor dalam bahasa ibrani artinya “bermasalah” atau “ terganggu”. Yang diberikan setelah eksekusi atas Akhan, keluarga dan segala kepunyaannya dengan cara di rajam. Akhan adalah salah satu pemimpin militer Yosua yang melakukan pelanggaran didepan Tuhan dengan menyimpan jarahan dari yerikho. Dan pelanggarannya ini yang mendatangkan kekalahan yang memalukan bagi bangsa israel di kota Ai.( baca : Yosua 7:1-26 ). Oleh sebab itu, nama tempat itu sampai sekarang disebut dengan lembah Akhor, lembah maut dan kekalahan. Tempat dimana tidak lagi ada harapan.

Tetapi ketika kita kembali membaca didalam kitab Hosea 2:14a, kita bisa melihat dengan jelas, betapa Tuhan berjanji untuk mengubahkan lembah Akhor ( kesulitan ) menjadi pintu pengharapan. Janji itu pun berlaku untuk kita semua, yang sampai saat ini masih mendekap erat pengharapan didalam Dia.

Dan didalam lembah air mata kita saat ini. Tuhan yang sama, yang telah berjanji untuk membukakan pintu pengharapan bagi bangsa israel. Juga akan membukakan pintu pengharapan untuk kita. Karena janji Tuhan itu ‘YA’ dan ‘AMIN’ !

Karena pengharapan adalah, percaya bahwa hidup kita ada didalam tangan-Nya. Dan pengharapan adalah sebuah bisikan lembut dari Tuhan, yang berkata “percayalah pada-KU !”

Be Bless…:)

« »

© 2022 LilinKecil.Com. Theme by Anders Norén.