Kepecayaan adalah alasan untuk bertahan.

kepercayaan tidak menjanjikan sebuah kepastian, penjelasan, bahkan sebuah hasil yang mengembirakan. Bagiku kepercayaan adalah hanya percaya tanpa banyak bertanya.

Didalam sebuah kepercayaan hanya ada kesabaran, harapan, keteguhan, dan ketegaran.

saat hidup yang kita alami begitu sulit, satu-satunya jalan untuk bertahan adalah percaya bahwa ketika TUHAN memilih kita untuk menjalani suatu kehidupan yang sukar, maka DIA memiliki satu alasan tersendiri yang tak dapat kita mengerti. Yang tentunya dengan melalui berbagai proses, suatu hari nanti, kita pasti bisa menemukan sebuah penjelasan atas apa yang DIA perbuat.

Memang tidak mudah untuk bisa berdamai dengan sebuah keadaan hidup yang jelas-jelas tidak bisa kita terima, tapi menyalahkan diri sendiri, orang lain ataupun TUHAN tidak akan membuat keadaan kita jauh lebih baik, yang ada kita makin merasa terpuruk, kehilangan harapan dan frustasi disepanjang hari-hari yang kita jalani.kita kehilangan kepercayaan diri, membenci gambar diri kita sendiri dan seringkali tidak dapat mengendalikan emosi kita. dan hasil dari semua itu adalah, kita tidak akan mendapatkan apapun, kita justru akan kehilangan banyak waktu untuk sebuah hal yang sia-sia. Bukankah untuk bisa mengasihi orang lain kita harus belajar mengasihi dan mencintai segala yang sudah TUHAN berikan dalam hidup kita? Karena memang itulah yang DIA inginkan untuk kita perbuat dalam hidup ini, yaitu untuk saling mengasihi satu sama lain.

Saat ini, jika kita merasakan hal yang sama, segeralah kita mengambil satu pilihan untuk berubah. percayalah bahwa tidak ada manusia yang diciptakan tanpa maksud dan tujuan yang mulia bagi-NYA. Hidup itu sebuah pilihan, BAPA memberikan kita hak untuk menentukan jalan hidup yang akan kita jalani, jika kita memilih untuk menjalani hidup ini dengan terus meratapi dan mengasihani diri kita, maka selamanya kita hanya akan terkurung dalam dunia yang berselimutkan duka. kita tidak akan pernah menghasilkan apapun untuk menyenangkan hati-NYA dan menjadi berkat bagi orang lain.hal itu akan jauh berbeda jika kita memilih untuk menaruh kepercayaan kita sepenuhnya pada YESUS, karena saat kita menentukan pilihan untuk mempercayakan seluruh pengaturan hidup kita pada-NYA, maka YESUS akan memulihkan gambar diri kita, dan berlahan tapi pasti, kita akan menemukan alasan-alasan yang sebelumnya tak bisa kita lihat karena tertutup kabut duka yang menyelimuti hidup kita. YESUS akan membuat kita bisa menemukan potensi-potensi yang ada dalam diri kita, dan akan mengasah talenta-talenta yang kita miliki untuk kemuliaan-NYA dan kita tidak hanya akan menyenangkan hati-NYA tapi juga akan menjadi berkat bagi sesama.

Tidak akan ada lagi ratapan dalam hidup kita, tidak ada lagi tangis duka cita, dan tentunya tidak akan ada lagi keputusasaan dalam menjalani hidup ini.yang kita rasakan hanyalah suka cita yang melimpah dalam menjalani hari-hari hidup. Mungkin apa yang kita harapkan itu akan membutuhkan waktu yang panjang untuk bisa terwujud, mungkin kesembuhan itu akan terjadi setelah melalui proses yang panjang, tapi setidaknya ketika kita memilih untuk menjalani hidup bersama DIA, maka penantian itu tidak akan pernah sia-sia, karena ALLAH kita adalah ALLAH yang luar biasa, ALLAH yang perkasa,dan ALLAH yang sanggup melakukan mukjizat.

Jadi apa yang akan kita lakukan ketika kita menghadapi hal yang sama? Apakah kita memilih untuk terus meratapi hidup, atau memilih untuk menjalani dan menerima hidup dengan meletakan segala pengaturan hidup kita didalam YESUS?

Semuanya ada pada keputusan kita, maukah kita menjadi berkat dan menghasilkan buah bagi-NYA atau hanya menjadi seseorang yang terus meratapi hidupnya?

(…Bukan kamu yang memilih AKU, tetapi AKUlah yang memilih kamu. Dan AKU telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada BAPA dalam namaKU, diberikan-NYA kepadamu. Inilah perintah-KU kepadamu : kasihilah seorang akan yang lain…YOHANES 15:16-17…)