Berapa halaman buku Anda baca tiap hari? Sepuluh? Tujuh? Tiga? Satu? Sepuluh baris?

Berapa jam Anda nongkrong di depan teve tiap hari? Lima menit? Lima belas? Setengah jam? Satu jam? Dua jam?

Jawab terhadap pertanyaan di atas akan memperlihatkan seberapa serius kita mensyukuri pemberian Tuhan yang istimewa – otak kita – sepenuhnya. Dulu dikatakan hanya kurang dari 20% kapasitas otak yang kita sungguh pakai, belakangan kurang dari 2%. Tahukah Anda pendapat para ahli otak dan neuro science terakhir? Kurang dari 0.01%!!!

Sebagai awam kita hanya tahu sedikit betapa kompleks dan ajaibnya bagian-bagian yang ada dan struktur otak kita. Ada otak depan, otak belakang, otak kiri, otak kanan, otak tengah, batang otak, dlsb. Seluruh keadaan dan fungsi organ-organ tubuh kita diaturnya, juga berbagai aspek dan fungsi kemanusiaan kita seperti merasa, berpikir, berkhayal, bahasa, merasa, syaraf, cita-cita, rencana hidup, cinta, dlsb. Bahkan hal yang kita sebut inti kemanusiaan – hati – yaitu hakikat rohani kita sebagai ciptaan dalam gambar Allah, prosesnya memakai segala unsur dan proses otak kita. Bukan main!

Sayangnya sedikit dari kita menyadari bahwa kita sedang mengikuti arus bergerak ke gaya hidup ekstrim ke ekstrim yang intinya mengabaikan kapasitas otak pemberian Allah ini. Beberapa abad lalu adalah era rasionalisme maka belajar berpikir logis-rasional menjadi prima donna. Abad ini era pementingan pengalaman, intuisi, imajinasi, emosi maka penekanan logis-rasional ditinggalkan. Ini adalah era citra, tidak berpikir atau merencana tetapi mengalir atau bahkan meloncat-loncat seturut ide-ide yang bermunculan secara acak. Padahal baik otak kiri maupun otak kanan, ya seluruh otak yang rumit dan multi kapasitas itu – adalah karunia Tuhan agar kita dapat mengembangkan hidup dengan full.

Kebiasaan membaca bukan untuk menolak kebiasaan memirsa teve atau melamun menunggu inspirasi. Sebaliknya kebiasaan diam mengembangkan imajinasi tidak harus menggantikan kebiasaan membaca. Keduanya harus saling melengkapi. Membaca menghasilkan kebiasaan berpikir runtut, logis, rasional. Membaca membuat orang terbiasa menstrukturkan pikiran, membuat rencana. Membaca memberikan pencerahan intelektual, yang bisa menjadi kerangka kokoh bagi proses pemupukan intuisi, imajinasi, kreativitas, dlsb.

Jika ditanya Tuhan di pengadilan akhir nanti berapa banyak kapasitas otak telah kita kembangkan dan pakai? Jawab kita – maaf Tuhan saya kubur supaya tidak terdistorsi atau keliru pakai – saya hanya menyerap saja citra-citra sekitar saya yang datang dan saya mengalir saja mengikutinya. Bayangkan bagaimana perasaan kita ketika Allah membentangkan bagaimana yang mungkin terjadi andai saja kita melatih, mengembangkan, memakai sepenuhnya kapasitas otak kita yang multi dimensi-kapasitas ini!

Kita perlu memiliki jam-jam khusus untuk membaca. Membaca untuk pertumbuhan rohani dan hidup yang utuh – membaca Alkitab tiap hari. Kita perlu menyediakan waktu untuk membaca buku-buku bermutu yang memberikan struktur dan isi rasionalitas hidup ini – buku-buku rohani yang mencakup banyak subjek serasi dengan kekayaan nilai-nilai Kerajaan Allah yang ingin Ia wujud-nyatakan dalam diri dan dunia kita. Kita perlu menularkan kebiasaan membaca yang teratur ini kepada keluarga kita (khususnya anak dan remaja), anggota gereja kita, kerabat kita, teman kerja kita, komunitas kita. Tahukah Anda dengan membaca 4 halaman Alkitab tiap hari – kira-kira hanya makan waktu 20 menit – dalam setahun Anda dapat menyelesaikan seluruh Alkitab. Dua puluh menit itu cukup untuk membaca memperoleh pemandangan global, lalu mendapatkan sentuhan-sentuhan khusus dari Roh ke hati Anda – kemudian mendoakan agar itu diingat terus, terjadi, dilaksanakan dalam hidup Anda. Berarti dengan membaca 10 halaman Alkitab tiap hari, kira-kira 45 menit saja – Anda dapat menyelesaikan seluruh Alkitab dalam waktu setengah tahun saja? Dan apa yang Anda baca itu akan menjadi bahan bakar berharga yang pada waktunya akan dapat dipakai Roh Allah membakar, menghangatkan, memberdayakan kehidupan Anda ketika kebenaran tertentu dari Alkitab dibutuhkan?

Tahukah Anda bahwa memiliki kebiasaan setengah jam saja tiap hari untuk membaca buku sambil duduk minum teh santai di sore hari – berarti Anda melatih menyusun kekuatan hidup dan menerima pola-pola serta tulang-tulang penyangga kehidupan agar tidak terbawa suasana capek pikiran dan badan serta beratnya beban emosi hidup keseharian? Banyak kita berpikir bahwa sesudah letih bekerja seharian, sebaiknya kita santai dengan memirsa teve, dvd, dll. supaya keletihan disegarkan kembali. Padahal seperti orang penyakitan tidur melulu sambil melamun malah tidak membantu unsur-unsur kesehatan dirangsang untuk pulih!

Banyak dari kita juga yang tidak punya ide bagaimana bisa melayani dan menjadi berkat bagi orang lain? Ini zaman sms, kita pikir cukuplah ber-sms ria kita kirimkan hai-halo atau sepenggal kata penguat basa-basi. Ada cara lain yang lebih bermutu dari itu. doakan orang yang Anda ingin agar mengalami berkat atau topangan Tuhan. Pinjamkan atau berikan buku bermutu – tentu dengan penjelasan inti apa ciri dan manfaat khas buku itu baginya. Tahukah Anda bahwa Chuck Colson yang terlibat Skandal Watergate itu bertobat karena seseorang memberinya buku The Brothers Karamazov karangan Dostoevsky? Ingatkah Anda salah seorang petinggi kita pernah mengakui dampak calvinisme dalam semangat juang orang Kristen yang memengaruhi ekonomi? Tentunya ia mendapat ide itu dari membaca buku, bukan? Jangan lupa juga bahwa banyak film-film bagus dihasilkan belakangan ini dari karya-karya novel atau biografi – seperti the Lord of the Ring, the Narnia Chronicles, dlsb. Bahkan film seperti Star Trek, the Matrix, dlsb. banyak mengangkat ide-ide teologis-Alkitab ke dalamnya.

Nah Anda sadar dan ingin tidak menyia-nyiakan karunia otak yang dahsyat dari Allah? Ingin tahu buku-buku dahsyat yang penting untuk Anda dan orang yang ingin Anda berkati? Silakan telusuri info dalam berbagai entri di Blog ini.

Semoga dengan buku bersama banyak alat pengembang otak lainnya, kita tidak hanya memakai otak kita 0.01%

sumber : http://waskitapublishing.blogspot.com/2011/01/gerakan-pencerdasan-utuh.html