[Kesaksian] Tuhan memulihkanku

Aku bukanlah orang yang berani berbicara didepan banyak orang, karena itulah aku punya kebiasaan untuk menulis apa yang aku pikirkan dan yang ingin aku ungkapkan dan saat ini,aku ingin menuliskan perjalanan hidupku bersamaNYA.

Aku ingin semua orang yang membaca,melihat,bahkan yang bersama-sama menjalani semua ini bersamaku,mengerti dan tahu, bahwa ENGKAUlah satu-satunya ALLAH yang pantas untuk disembah dan dipercaya. Yang aku lakukan hanyalah,mendekap erat iman yang sudah DIA berikan padaku dalam pengharapan penuh padaNYA.

dan menyatukan semuanya di dalam DOA.

inilah kesaksianku.

23 tahun yang lalu,aku dilahirkan dengan keadaan normal dan sehat,tidak ada satu hal aneh yang harus membuat orang tuaku takut.

sampai aku berusia 1 tahun,aku mengalami kecelakaan saat sedang bermain dan mengalami patah tulang kaki.Saat itu bagi orang tuaku,mungkin itu suatu kejadian biasa yang sering terjadi pada anak seusiaku.Sampai kejadian yang sama terulang kembali,aku kembali mengalami patah tulang hanya karena terjatuh saat sedang bermain.

dalam hati orang tuaku mulai muncul ketakutan,dan mereka memutuskan untuk memeriksakan keadaanku diRS. Dokter menemukan,kalau aku mengalami kelainan tulang sejak lahir,lebih tepatnya tulangku rapuh dan tidak boleh terkena benturan yang keras yang akan mengakibatkan tulangku patah,penyakitku hampir mirip dengan OSTEOPOROSIS,bedanya osteoporosis hanya dialami oleh wanita yang sudah lanjut usia,sedangkan aku,sudah mengalaminya sejak kecil.

Hal yang paling buruk dari semua itu adalah,penyakitku tidak ada obatnya,selain terus mengawasiku selama 1x24jam agar tidak jatuh atau mengalami benturan yang keras.

Harapan terakhirku untuk sembuh adalah dengan jalan melakukan operasi sum-sum tulang belakang,itupun kemungkinanku untuk sembuh sangat tipis,dan resiko dari operasi itu adalah,kemungkinan besar aku akan mengalami kelumpuhan total.

Saat itu orang tuaku tidak berani mengambil resiko itu,dan memutuskan untuk merawat dan menjagaku semampu mereka. Waktu terus berlalu dan merebut semua bahagiaku,membuatku sadar kalau aku berbeda dengan anak-anak seusiaku,aku tumbuh menjadi gadis pemalu,tidak percaya diri,selalu pesimis dan cengeng.aku merasa sama sekali tidak memiliki masa depan yang cerah,semuanya terasa gelap bagiku.

Saat lulus dari sekolah dasar,aku memutuskan untuk berhenti sekolah dan tidak melanjutkan lagi,hatiku selalu sakit setiap kali aku melihat penderitaan kedua orang tuaku yang setiap hari harus terus kerepotan membagi waktu untuk menjagaku di sekolah dan mengantar serta menjemputku sepulang sekolah,aku bahkan harus merelakan beasiswa sekolah demi keputusanku itu.tapi bagiku pengorbananku itu tidak sebesar pengorbanan yang sudah dilakukan orang tuaku,bagiku saat itu yang penting aku sudah bisa berhitung dan baca tulis,itu sudah lebih dari cukup!

Saat teman2ku sibuk beradaptasi dengan sekolah baru mereka,aku malah sibuk beradaptasi dengan kesendirianku.aku menghabiskan waktuku dengan mengurung diri di kamar.hidupku aku isi dengan menghadiri KKR kesembuhan,di mana ada KKR disitu pasti ada mama dan aku.harapan kami hanya satu,kalau dokter tidak bisa menyembuhkan penyakitku,YESUS pasti bisa,karena DIA adalah dokter diatas segala dokter.saat itu,walaupun hidupku penuh derita,aku tidak berhenti percaya pada janji2NYA.

Sampai saat aku berusia 13 tahun, ada teman mama yang merekomendasikan seorang hamba TUHAN yang ”katanya” bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit,dan ”katanya” sudah terbukti. Dan akhirnya aku punya kesempatan untuk menghadiri KKRnya.,aku begitu bahagia saat itu,pikirku ini mungkin akan menjadi awal kehidupan baru untukku.yaa.aku pasti akan sembuh.

Malam itu,aku menghadiri KKR bersama mama dan papa,awalnya semuanya berjalan baik,sampai hamba TUHAN itu menyuruhku maju kedepan.saat aku sudah berada di depannya,dia mulai mendoakanku,setelah dia selesai berdoa,dia menyuruh aku melompat. Katanya,jika aku benar yakin sudah sembuh,maka buktikanlah dengan melompat,saat itu dengan kepercayaan yang penuh kalau aku sudah sembuh,akupun melompat.

Tapi.bukan sebuah kesembuhan yang aku dapat,melainkan kedua kakiku patah,dan tangan kanankupun patah.

sakiiiiiit rasanya.tapi terlebih sakit adalah hatiku,aku kecewa pada BAPA,aku marah,aku terluka dan hancur,,kenapa BAPA melakukan semua ini padaku? bukankah seharusnya aku mendapatkan kesembuhan? tapi kenapa justru penyakitku makin parah? ini kah harga yang harus aku bayar atas kepercayaanku padaMU? apa dosaku padaMU? atau apakah dosa kedua orang tuaku padaMU? sehingga KAU menjatuhkan hukuman ini padaku.?

Kejadian malam itu mengubah seluruh hidupku,aku bukan lagi gadis yang memiliki kepercayaan penuh padaNYA,aku benar-benar tidak ingin lagi menjalin hubungan dengan BAPA,bagiku DIA bukan lagi tempat yang tepat untuk bergantung.aku tidak lagi membaca firman,alkitabku kusimpan didalam lemari yang paling dalam.mulutku tidak lagi mengeluarkan puji-pujianan untuk NYA,bahkan makanpun tidak lagi aku awali dengan doa.aku benar-benar melepaskan dekapanNYA padaku.aku hidup dengan jalanku sendiri,jalan yang aku sendiri tidak tau akan berakhir dimana.

4 tahun kemudian,saat aku sudah berusia 17 tahun,aku sakit lagi.aku mengalami patah kaki dan tangan lagi.saat itu aku tidak tau harus apa ,posisiku saat itu jauh dariNYA,dalam hatiku mulai muncul pertanyaan-pertanyaan yang membuatku memikirkan kembali keputusanku

ā€¦.. meninggalkanNYA ā€¦..

rasa sakit yang aku rasakan jauh lebih besar saat aku tak bersamaNYA.akhirnya aku mengambil keputusan untuk kembali mempercayaiNYA. Sangat berat memang, tapi keinginanku untuk mempercayaiNYA jauh lebih besar dari rasa kecewaku padaNYA.

Aku mengambil kembali alkitabku yang rasanya sudah (terasa) berabad-abad lamanya tak kubaca.dan seperti biasanya,sebelum membaca,aku berdoa padaNYA.dan sampai saat ini aku masih mengingat dengan jelas doaku itu.”BAPA.(cukup lama aku tak berkata-kata,hanya isak tangis yang terdengar).entah sudah berapa banyak hari yang sudah aku lalui tanpa memanggilmu BAPA.,aku berusaha menjalani semuanya dengan kuatku sendiri,karena aku kecewa dan marah padamu.dan sekarang aku lelah BAPA,aku lelah menghadapi semua ini.ampuni semua kebodohanku,dan kalau memang selamanya aku harus hidup dengan keadaan seperti ini,dan jika itu memang kehendakMU maka aku akan menerimanya,dan biarlah aku bisa menyenangkanMU baik dalam kuat atau sakitku.amiiin.”

Setelah aku berdoa,aku membuka alkitabku begitu saja,dan aku menemukan satu ayat di dalam Yohanes 9:2-3.”Murid-muridNYA bertanya kepadaNYA;”rabi,siapakah yang berbuat dosa,orang ini sendiri atau orang tuanya,sehingga ia dilahirkan buta?” jawab YESUS;”bukan dia dan bukan juga orang tuanya,tetapi karena pekerjaan-pekerjaan ALLAH harus dinyatakan di dalam dia.

Saat membaca ayat itu,aku menangis sejadi-jadinya,segala pertanyaan-pertanyaanku tentang apa dosaku,atau apa dosa orang tuaku sehingga aku harus menanggung semua ini,terjawab didalam ayat ini,mungkin bukan aku atau orang tuaku yang berdosa,melainkan memang pekerjaan-pekerjaan ALLAH harus dinyatakan di dalam hidupku.

Sejak saat itu,aku mulai belajar mencintai segala yang ada padaku,mencintai apapun yang sudah DIA berikan dalam hidupku,baik ataupun buruk.aku belajar mencintai semuanya.perlahan tapi PASTI. BAPA memulihkan hidupku. seluruh hidupku,hanya aku isi dengan belajar memahami firmanNYA,berdoa dan berpuasa.itulah yang terus aku lakukan dalam penantianku akan janjiNYA di genapi dalam hidupku.

Aku juga sangat bersyukur,karena di dalam penantianku itu,BAPA memberikan aku keluarga yang selalu siap menolongku,kedua orang tuaku yang tak pernah lelah menjagaku,dan seorang kakak perempuan yang selalu berusaha membuatku bahagia.dan bagiku,mereka adalah wujud dari kasih ALLAH dalam hidupku.

3 tahun kemudian,saat aku berusia 20 tahun,aku mengikuti sakramen SIDI, saat itu memang cukup sulit bagiku,karena setiap minggu aku harus bolak balik ke gereja untuk mengikuti katekisasi sedangkan saat itu aku belum bisa berjalan sendiri,untunglah bapak pendeta mengijinkan aku untuk datang saat hanya ada materi-materi penting yang akan dibahas.

21-Oktober-2007, hari itu kami akan di teguhkan menjadi SIDI jemaat baru. dengan langkah yang tertatih2,aku memasuki ruang gereja didampingi majelis kolomku. aku bisa melihat dengan jelas,ada begitu banyak mata yang memandangiku,bahkan ada yang nangis waktu melihatku. aku benar-benar terharu melihat kasihNYA yang begitu besar,yang menyertaiku sehingga aku bisa melewati hari itu dengan baik,padahal saat memasuki gereja,aku sudah mulai merasakan sakit yang hebat di kakiku,tetapi PUJI TUHAN aku bisa melalui semuanya.

Sejak saat itu,aku mulai melihat mukjizat TUHAN nyata di hidupku,entah itu tiba-tiba atau memang sudah waktuNYA.aku sudah bisa berdiri sendiri tanpa dipegang orang lain,kemudian aku sudah mulai bisa melangkah.satu langkah,dua langkah.tiga.dan seterusnya tanpa ada rasa sakit yang aku rasakan dikakiku.

Semua tidak berhenti di situ,hari lepas hari,BAPA menunjukan mukjizatNYA padaku.tidak hanya melangkah sendiri,aku bahkan sudah bisa melakukan semua hal yang sebelumnya sangat mustahil bisa aku lakukan.

Dan satu lagi mukjizat yang membuat keluarga besarku sendiri tidak percaya kalau aku bisa melakukannya.Juli tahun lalu (2010) aku mendapatkan pekerjaan di sebuah butik,dan meskipun aku tidak cukup lama bekerja disana,tapi setidaknya itu membuktikan kalau, sampai saat ini BAPA masih bekerja dan sanggup melakukan mukjizat. Dan yang perlu kita lakukan hanyalah,tetap beriman,tetap percaya padaNYA,dan tetaplah memiliki pengharapan didalamNYA.

Biarlah melalui kesaksianku ini,semua orang yang membaca dan yang mendengarnya, dikuatkan di dalam pengharapan sepenuhnya padaNYA,dan biarlah semua yang lemah bisa dikuatkan, ingatlah satu hal bahwa kesaksianku ini semata2 untuk membuktikan,bahwa.sampai saat ini,BAPA masih bekerja untuk memberikan mukjizat dalam kehidupan orang2 yang percaya padaNYA termasuk kehidupan saudara juga.karena janji TUHAN itu YA dan AMIN.!!! PERCAYALAH.!!!

TUHAN YESUS MEMBERKATI

« »

© 2018 LilinKecil.Com. Theme by Anders Norén.