Bercumbu menjadi awal mula petualangan cinta yang menyenangkan. Selanjutnya, berhubungan seks menjadi pembunuh nomor satu yang paling ampuh untuk mematikan kegairahan cinta sejati. Ini semua dicari oleh mereka yang membutuhkan cinta. Namun, sayangnya semua dilakukan di luar ikatan pernikahan.

Awal Mula Kehangatan Cinta

Pada mulanya cinta sanggup menciptakan kegairahan yang sanggup mempertahankan senyum manis ‘tak tertahankan bagaikan mentari memancarkan kehangatan bagi bumi yang kedinginan. Begitulah cinta, kekuatannya sanggup memberikan kenyamanan juga rasa aman. Pasangan menjadi orang yang dipercayai dibandingkan siapapun yang ada di dunia ini. Pasangan menjadi tabib yang ampuh menyembuhkan segala rasa sakit yang kadang sering engkau alami. Nyerinya rasa kesepian lekas tergantikan menjadi keceriaan yang begitu menyehatkan.

Cinta bukan hanya mampu menyembuhkan penyakit hati yang lelah, cinta juga sanggup memulihkan sakit kepala sebelah. Memasuki musim hujan yang begitu dingin, kehangatan cinta sanggup menempatkan dirimu dan dirinya di depan perapian temaram lalu tenggelam terbuai dalam pelukan yang tidak akan sanggup terpisahkan.

Cinta yang Mulai Dingin

Tak lama kemudian, kegairahan mulai padam kehangatan cinta mulai kehilangan pengaruhnya. Tidak ada lagi rasa aman, yang tinggal hanya rasa curigaan. Luka yang dahulu sempat hilang kini kembali datang. Tanpa disadari ada luka-luka baru yang berdatangan. Nyeri yang dahulu mungkin sempat terlupakan, kini hadir secara beruntutan tanpa mengenal waktu juga kesempatan.

Tubuhmu engkau dapati penuh luka lebam hampir di sekujur tubuh. “Apa yang keliru?” pikirmu. Bukankah selama ini pelukan hangat juga rasa saling melindungi adalah suasana yang mewarnai perjalanan cintamu. Engkau pun mulai mengenali satu per satu luka lebam juga memar di tubuhmu sambil berpikir keras. Apa yang telah dirinya lakukan kepadaku?

Cinta yang engkau pikir dapat melindungi malah semakin melukai dirimu. Gugatmu: “Apa yang salah dengan pelukan hangat? Semua orang berhak bukan untuk menerimanya dari pasangan masing-masing? Apa yang salah dengan bercumbu dengan pasangan? Bagiku, setidaknya bagi kami terasa begitu menyenangkan?”

Sejenak Berpikir dan Memikirkan

Simpan dulu semua gugatan-gugatanmu. Saran saya sediakanlah waktu untuk sejenak berpikir dan memikirkan mengenai “Cinta.”

Loveology, terdengar seperti penyebutan biologi juga buku-buku berkutat seputar ilmu pengetahuan. Tunggu dulu! Ini adalah ”kitab” cinta yang bisa kau jadikan panduan mula untuk sejenak berpikir dan memikirkan cinta. Loveology: Allah, Cinta, Pernikahan, Seks ditulis oleh John Mark Comer.

Sejenak engkau akan dibawa masuk ke dalam kelas perkuliahan dengan dosen yang terlihat begitu menawan dan tanpa engkau sadari ternyata dia tidaklah lajang. Faktanya dia adalah ayah dari tiga orang anak.

Bayangkan hal ini, John Mark Comer di dalam penampilannya sebagai seorang lajang berbicara dengan begitu fasih mengenai Cinta sepanjang perkuliahan tanpa engkau merasakan kebosanan apalagi kejenuhan.

 

 

Boundaries in Dating: Batasan-batasan dalam Pacaran ditulis oleh DR. Henry Cloud dan DR. John Townsend. Buku ini mengajukan aturan-aturan cinta yang dapat membantumu menemukan cinta dalam hidupmu. Batasan di dalam berpacaran sering dipandang menjadi pengekang. Aturan-aturan di dalam berpacaran yang seharusnya dimaknai sebagai hal yang bisa membuat relasi semakin bermutu, malah dianggap sebagai sumber gerutu. Buku ini akan menolong dirimu untuk bisa menyelaraskan dan mengarahkan secara tepat relasi berpacaran yang sedang kamu jalani juga relasi pacaran yang sedang kamu cari.

Jadi, sempatkanlah waktu untuk berpikir dan memikirkan mengenai Cinta sebelum sempat terlibat jauh di dalamnya.  Merasakan keintiman cinta pada waktu dan di dalam kesempatan yang tepat akan memberikan kekuatan yang besar untuk bertahan di dalam pergumulan kehidupan. Sebaliknya, merasakan keintiman cinta sebelum waktunya akan menjadi bahan peledak yang begitu menghancurkan kehidupan. Selamat memikirkan cinta.

 

Oleh Gregorius Silitonga

Untuk Lilin Kecil

Depok, 13 Februari 2017. 04.16 AM.